HOW TO DRAW MANGA : HANDS

STEP 1.

This first step is some what not really a step at all it is more of a diagram of what a manga/anime hand looks like as anatomy. As you can see the hand to the left is a regular drawn out anime hand and the one to the right is the same except I have added the skeleton diagram of what the bones would look like.

how to draw anime hands step 2

STEP 2.

This second step is not like a step at all, its more like a pose review of all the different types of hand movements and finger positions. As you can see there are thirteen posses that are commonly seen by anime/manga characters.

how to draw anime hands step 3

STEP 3.

Here is a typical anime/manga hand as it is seen colored in with fingers spread out and posed. When colored you should end up with something like this.

how to draw anime hands step 4

STEP 4.

Start this first step by drawing out a bell shape for the mid part of the hand. Once that is drawn out you add five lines for the fingers. I added some arrows to show you how far apart each finger should look.

how to draw anime hands step 5

STEP 5.

Now that you have the hand frame drawn out you can add three circles on each finger. These circles will help you draw out the finger shapes of the anime/manga hand. Before moving to the next step you will draw a line for the wrist and arm.

how to draw anime hands step 6

STEP 6.

In this sixth step you will start drawing out the shape of the fingers and hand. Once that is done you will add the right side shape of the arm, wrist and hand.

how to draw anime hands step 7

STEP 7.

All you will do here is add the knuckle lines and the wrist bone. Once that is done you will start erasing all the guidelines and shapes that you drew in the previous steps.

how to draw anime hands step 8

STEP 8.

zdvcfd

how to draw anime hands step 9

STEP 9.

This is a picture of the way that a finished drawing of a closed fist hand and upright positioned arm and wrist. As you can see the fingers are all closed and shaped out the way that a normal anime/manga hand should look like.

how to draw anime hands step 10

STEP 10.

To start off this tutorial on how to draw anime/manga hands you will see how to draw out the beginning shapes of the hand and wrist line. I wrote out a tip for you so that tackling this first step is easy to do.

how to draw anime hands step 11

STEP 11.

This is what your first step should look like without a silhouette of the actual hand and wrist guidelines. It doesn’t look like much now, but when you are finished with this tutorial lesson your sketch will look like a hand.

how to draw anime hands step 12

STEP 12.

In this next step you will start adding the lines for the fingers and knuckles. After that is done you will add the shaping line for the left side of the wrist ad seen here.

how to draw anime hands step 13

STEP 13.

This is your last drawing step and all you will do here is draw out the knuckle lines and finish off the finger shapes and draw out a thumb. Add some detail and definition and start erasing all the guidelines and shapes that you drew in the previous steps.

how to draw anime hands step 14

STEP 14.

Once you are finished this is what your sketch should look like when you are done. All you have to do now is color it in. I hope you liked this double tutorial on how to draw anime and manga hands and arms step by step.

TOGA media keluarga

yak, sekarang ini pasti kita tahu bahwa obat-obatan yang dipakai oleh dunia adalah obat-obatan sintetis yang belum kita ketahui khasiat yang sebenarnya dan campuran yang terkandung di dalamnya. Oleh karena itu, ada tanaman-tanaman yang cukup berkhasiat dan tentunya khas dari Indonesia. Tanaman obat ini diberi nama TOGA. mari kita lihat penjelasannya.

Tanaman obat keluarga (disingkat TOGA) adalah tanaman hasil budidaya rumahan yang berkhasiat sebagai obat. Taman obat keluarga pada hakekatnya adalah sebidang tanah, baik di halaman rumah, kebun ataupun ladang yang digunakan untuk membudidayakan tanaman yang berkhasiat sebagai obat dalam rangka memenuhi keperluan keluarga akan obat-obatan. Kebun tanaman obat atau bahan obat dan selanjutnya dapat disalurkan kepada masyarakat, khususnya obat yang berasal dari tumbuh-tumbuhan. Budidaya tanaman obat untuk keluarga (TOGA) dapat memacu usaha kecil dan menengah di bidang obat-obatan herbal sekalipun dilakukan secara individual. Setiap keluarga dapat membudidayakan tanaman obat secara mandiri dan memanfaatkannya, sehingga akan terwujud prinsip kemandirian dalam pengobatan keluarga.

Sejarah

Tanaman obat dari Cina.

Mesir kuno

Pada zaman Mesir kuno (Tahun 2500 Sebelum Masehi), para budak diberi ransumbawang untuk membantu menghilangkan banyak penyakit demam dan infeksi yang umum terjadi pada masa itu. Sejak itulah catatan pertama tentang penulisan tanaman obat dan berbagai khasiatnya telah dikumpulkan oleh orang-orang mesir kuno. Sejumlah besar resep penggunaan produk tanaman untuk pengobatan berbagai penyakit, gejala-gejala penyakit dan diagnosanya tercantum dalam (Papyrus Ehers). Pada saat itu, para pendeta Mesir kuno telah melakukan dan mempraktekkan pengobatan herbal.

Yunani kuno

Bangsa Yunani kuno juga banyak menyimpan catatan mengenai penggunaan tanaman obat yaitu Hyppocrates (Tahun 466 Sebelum Masehi), Theophrastus (Tahun 372 Sebelum Masehi) dan Pedanios Dioscorides (Tahun 100 Sebelum Masehi) membuat himpunan keterangan terinci mengenai ribuan tanaman obat dalam De Materia Medica. Orang-orangYunani kuno juga telah melakukan pengobatan herbal.[2] Mereka menemukan berbagai tanaman obat baru, seperti rosemary danlavender pada saat mengadakan perjalanan ke berbagai daratan lain.

Cina

Tanaman obat di Cina berlangsung sekitar 3.000 tahun yang lalu, ketika muncul penyembuhan kerapuhan tulang oleh dukun Wu. Pada waktu itu, penyakit ini diyakini disebabkan oleh kekuatan jahat, sehingga menurut dukun Wu diperlukan obat dari tanaman untuk mengusir kekuatan jahat itu. Bahkan, bahan penyembuhan tertua dalam sejarah telah ditemukan di China, di mana makam seorang bangsawan Han ditemukan untuk menyimpan data medis yang ditulis pada gulungan sutra. Gulungan sutra berisi daftar 247 tumbuh-tumbuhan dan bahan-bahan yang digunakan dalam menyembuhkan penyakit.

Inggris

Di Inggris, penggunaan tanaman obat dikembangkan bersamaan dengan didirikannya biara-biara di seluruh negeri. Setiap biaramemiliki tamanan obat masing-masing yang digunakan untuk merawat para pendeta maupun para penduduk setempat. Pada beberapa daerah, khususnya Wales dan Skotlandia, orang-orang Druid dan para penyembuh Celtik menggunakan obat-obatan dalam perayaan agama dan ritual mereka. Pengetahuan tanaman obat semakin berkembang dengan terciptanya mesin cetak pada abad ke 15, sehingga penulisan mengenai Tanaman-Tanaman Obat dapat dilakukan.

Sekitar tahun 1630, John Parkinson dari London menulis mengenai tanaman obat dari berbagai tanaman. Nicholas Culpepper ( 1616-1654 ) dengan karyanya yang paling terkenal yaitu The Complete Herbal and English Physician, Enlarged, diterbitkan pada tahun 1649. Pada tahun 1812, Henry Potter telah memulai bisnisnya menyediakan berbagai tanaman obat dan berdagang lintah.[2] Sejak saat itu banyak sekali pengetahuan tradisional dan cerita rakyat tentang tanaman obat dapat ditemukan mulai dari Inggris, Eropa, Timur Tengah, Asia, dan Amerika, sehingga Potter terdorong untuk menulis kembali bukunya Potter’s Encyclopaedia of Botanical Drug and Preparatians, yang sampai saat inipun masih diterbitkan. Tahun 1864, National Association of Medical Herbalists didirikan dengan tujuan mengorganisir pelatihan para praktisi pengobatan secara tradisional, serta mempertahankan standar-standar praktek pengobatan.

Indonesia

Di Indonesia, pemanfaatan tanaman sebagai obat-obatan juga telah berlangsung ribuan tahun yang lalu. Pada pertengahan abad ke XVII seorang botanikus bernama Jacobus Rontius (1592 – 1631) mengumumkan khasiat tumbuh-tumbuhan dalam bukunya De Indiae Untriusquere Naturali et Medica. Meskipun hanya 60 jenis tumbuh-tumbuhan yang diteliti, tetapi buku ini merupakan dasar dari penelitian tumbuh-tumbuhan obat oleh N.A. van Rheede tot Draakestein (1637 – 1691) dalam bukunya Hortus Indicus Malabaricus. Pada tahun 1888 didirikan Chemis Pharmacologisch Laboratorium sebagai bagian dari Kebun Raya Bogor dengan tujuan menyelidiki bahan-bahan atau zat-zat yang terdapat dalam tumbuh-tumbuhan yang dapat digunakan untuk obat-obatan. Selanjutnya penelitian dan publikasi mengenai khasiat tanaman obat-obatan semakin berkembang.

Pemanfaatan Tanaman Obat (TOGA)

Pada bagian tanaman seperti yang tercantum di bawah ini dapat dimanfaatkan sebagai obat. Bagian tanaman terdiri dari bagian daun, kulit batang, buah, biji, bahkan pada bagian akarnya.

Daun

No. Nama Tanaman Khasiat dan Manfaat
1. Daun dewa (Gynura Segetum) Mengobati muntah darah dan payudara bengkak
2. Seledri Mengobati tekanan darah tinggi
3. Belimbing Mengobati tekanan darah tinggi
4. Kelor Mengobati panas dalam dan demam
5. Daun bayam duri Mengobati kurang darah
6. Kangkung Mengobati insomnia
7. Saga (Abrus precatorius) Mengobati batuk dan sariawan
8. Pacar cina (Aglaiae ordorota Lour) Mengobati penyakit gonorrhoe (penyakit kelamin)
9. Landep (Barleriae prionitis L.) Mengobati rematik
10. Miana (Coleus atropurpureus Bentham) Mengobati wasir
11. Pepaya (Carica papaya L.) Mengobati demam dan disentri
12. Jintan (Trachyspermum roxburghianum syn. Carum roxburghianum) Mengobati batuk, mules, dan sariawan
13. Pegagan (Cantella asiatica Urban) Mengobati sariawan dan bersifat astringensia (mampu membasmi bakteri)
14. Blustru (Luffa cylindrice Roem) Bersifat diuretik (peluruh air seni)
15. Kemuning (Murrayae paniculata Jack) Mengobati penyakit gonorrhoe
16. Murbei (Morus indica Rumph) Bersifat diuretik
17. Kumis kucing (Orthosiphon stamineus Benth) Bersifat diuretik
18. Sirih (Chavica betle L.) Mengobati batuk, antiseptika (membunuh mikroorganisme berbahaya), dan obat kumur
19. Randu (Ceiba pentandra Gaerth) Sebagai obat mencret dan kumur
20. Salam (Eugenia polyantha Wight) Bersifat astringensia
21. Jambu biji (Psidium guajava L.) Mengobati mencret
22. Sukun (Arthocarpus communis) Mengobati ginjal, jantung, liver, sakit gigi,pencernaan, menurunkan kolesterol, asam urat[rujukan?]

Batang

No. Nama Tanaman Khasiat dan Manfaat
1. Kayu manis (Cinnamomum burmanii) Mengobati penyakit batuk dan sesak napas, nyeri lambung, perut kembung, diare,rematik, dan menghangatkan lambung
2. Dadap ayam (Erythrina varigata Linn.Var.orientalis) Mengobati asma
3. Pulasari (Alyxia stellata Roem) Obat perut kembung
4. Brotawali (Tonospora rumphii Boerl) Mengobati demam, sakit kuning, obat cacingan, kudis, dan diabetes
5. Kemukus (Piper cubeba L.) Obat radang selaput lendir saluran kemih
6. Jeruk nipis (Citrus aurantifolia) Sebagai antiseptik, sehingga dapat dipakai sebagai obat kumur
7. Delima (Punice granatum L.) Sebagai anti cacing pita (obat antelmentika)

Buah

No. Nama Tanaman Khasiat dan Manfaat
1. Jeruk nipis (Citrus aurantifolia) Mengobati penyakit demam, batuk kronis, kurang darah, menghentikan kebiasaanmerokok, menghilangkan bau badan, menyegarkan tubuh, dan memperlancar buang air kecil
2. Cabai merah (Capsicum annuum L.) Obat gosok untuk penyakit rematik dan masuk angin
3. Belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi) Mengobati penyakit batuk, melegakan napas, dan mencairkan dahak
4. Mengkudu (Morinda citrifolia) Mengobati penyakit radang usus, susah buang air kecil, batuk, amandel, difetri, lever,sariawan, tekanan darah tinggi, dan sembelit
5. Kemukus (Piper cubeba L.) Obat radang selaput lendir saluran kemih
6. Kapulaga (Elettaria cardamomum Maton) dan ketumbar (Coriandrum sativum L.) Obat antikembung

Biji

No. Nama Tanaman Khasiat dan Manfaat
1. Kecubung (Datura metel) Mengobati penyakit asma, bisul, dan anus turun
2. Kapur barus (Dryobalanops aromatica Gaertn.) Mengobati gangguan pencernaan
3. Pinang (Areca catecha L.) Tepung biji pinang berkhasiat sebagai obat antelmentika, terutama terhadap cacing pita
4. Kedawung (Parkia biglobosa Bentham) Sebagai bahan obat sakit perut, mulas, diare, dan bersifat astringensia
5. Pala (Myristica) Mengatasi perut kembung, sebagai stimulansia setempat terhadap saluran pencernaan, bahan obat pembius, menyebabkan rasa kantuk, dan memperlambat pernapasan
6. Jamblang (Eugenia cumini Merr) Sebagai bahan obat untuk menyembuhkan penyakit kencing manis (diabetes)

Akar

No. Nama Tanaman Khasiat dan Manfaat
1. Pepaya (Carica papaya L.) Obat cacing
2. Aren (Arenga pinnata Merril) Obat diuretik
3. Pule pandak (Rauwolfia serpentina Benth) Obat antihipertensi dan gangguan neuropsikhiatrik, seperti tekanan darah tinggi

Umbi atau rimpang

No. Nama Tanaman Khasiat dan Manfaat
1. Bangle (Zingiber purpureum Roxb.) Mengobati sakit kepala, susah buang air besar, nyeri pada perut, sakit kuning, perut kembung, dan melangsingkan tubuh
2. Jahe (Zingiber officinale Rosc.) Menghangatkan badan, mengobati sakit pinggang, asma, muntah, dan nyeri otot
3. Kencur (Kaempferia galanga L.) Mengobati sakit kepala, obat batuk, melancarkan keringat, dan mengeluarkan dahak
4. Kunyit (Curcuma domestica Val.) Mengobati diare, masuk angin, hepatitis, dan kejang-kejang
5. Lempuyang (Zingiber zerumbet) Obat pelangsing, penambah nafsu makan, disentri, dan diare
6. Lengkuas (Languas galanga L.Stunzt) Mengobati panu, serta bersifat antifungi dan anti bakteri
7. Temu giring (Curcuma heynaena Val.) Obat anti cacing, sakit perut, dan melangsingkan tubuh
8. Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) Mengatasi sembelit, memperbanyak ASI, dan memperkuat sekresi empedu
9. Temu hitam (Curcuma aeroginosa Roxb.) obat anti cacing, mencegah kelesuan, dan memperlancar peredaran darah
10. Alang-alang (Imperata cylindrica Beav.) Obat untuk memperlancar air seni (diuretik

Gambar Berbagai Jenis Tanaman Obat Tradisional

  • Daun sirih

  • Kayu manis

  • Buah mengkudu

  • Biji pinang

  • Akar pohon aren

  • Temulawak

  • Daun pepaya

  • Pohon delima

Faktor peningkatan penggunaan tanaman obat

Kecenderungan meningkatnya penggunaan obat tradisional didasari oleh beberapa faktor, yaitu:

  1. Pada umumnya, harga obat–obatan buatan pabrik yang sangat mahal, sehingga masyarakat mencari alternatif pengobatan yang lebih murah.
  2. Efek samping yang ditimbulkan oleh obat tradisional sangat kecil dibandingkan dengan obat buatan pabrik.
  3. Kandungan unsur kimia yang terkandung di dalam obat tradisional sebenarnya menjadi dasar pengobatan kedokteran modern. Artinya, pembuatan obat–obatan pabrik menggunakan rumus kimia yang telah disentetis dari kandungan bahan alami ramuantradisional.

Perawatan tanaman obat

Tanaman yang dipelihara di pekarangan rumah tidak memerlukan perawatan khusus, baik sebagai bumbu dapur atau bahan obat.Perlakuan khusus dalam budi daya tanaman obat dilakukan dalam skala usaha, dengan tujuan untuk memperoleh kualitas dan kuantitas hasil yang optimum. Kegiatan pemupukan dan pengandalian hama penyakit tanaman perlu dilakukan. Kegiatan ini sangat erat hubungannya dengan penggunaan bahan kimiawi yang terkandung dalam pupuk atau pestisida. Pemakaian bahan kimiawi dapat mencemari lingkungan, baik tanah maupun air, dan yang paling berbahaya residu yang dihasilkan akan terakumulasi dalam produk tanaman yang dihasilkan. Untuk itu, perlu diperkenalkan sistem budi daya yang tidak tergantung pada bahan-bahan kimia. Sistem ini dikenal dengan istilah pertanian organik. Dalam budi daya tanaman obat dapat dimanfaatkan pupuk organik untuk menambahunsur hara mineral yang dibutuhkan tanaman. Pupuk organik yang digunakan di antaranya adalah pupuk kandang, bokhasi, kompos,humus, sampah dapur, dan serasah daun. Selain itu, sebagai bahan pengendali hama penyakit tanaman, dapat dimanfaatkan pestisida alami yang terdapat di sekitar rumah, seperti tanaman babadotan (Ageratum conyzoides), sirsak, lantana, dan daun tembakau.

SODIS pendukung alam

Mungkin, banyak dari kita yang menyadari jika di dunia ini selalu terpancar sinar matahari yang luar biasa banyaknya. Kita yang berkelimpahan dengan segala kehidupan di dunia ini, jarang menyadari hal tersebut. Kita hanya merasakan bahwa hal itu hal yang biasa-biasa saja, bahkan kadang kita memaki. Mengapa sinar matahari sangat panas sekali dan kita bahkan berlindung di bawah naungan AC yang dapat merusak dunia ini. Ataupun jika kita terlalu kepanasan kita kan menghabiskan air di sekeliling kita. Yang itu adalah AIR BERSIH.

Di lain sisi banyak orang yang hanya meratapi nasib. Mereka adalah orang-orang yang kita anggap terbelakang, yang sering tidak kita perhatikan. Meraka bahkan terbakar di bawah terik sinar matahari yang semakin lama semakin menyengat karena ulah manusia-manusia kotor. Manusia yang terus-terusan mandi dan membuang dengan air bersih berkubik-kubik per orangnya. Tidak menyadari akan pentingnya setetes air bagi orang di sisi lain.

KITA TIDAK PERNAH MENYADARI PENTINGNYA AIR BERSIH.

Banyak orang di belahan dunia ini yang mengalami kesulitan akan air bersih. Dan dengan diketahui bahwa energi dari matahari dapat digunakan, maka muncullah inovasi terbaru, yaitu SODIS.

sodis_logo_en

SODIS adalah suatu teknik sederhana mengdisinfektasi air dengan menggunakan sinar Matahari dan botol PET (botol air mineral) sehingga layak untuk diminum. Secara sederhana SODIS adalah menjemur air mentah sehingga aman untuk diminum, teknik ini cocok untuk keadaan darurat atau daerah yang terkena bencanan untuk mengatasi masalah air minum. Kata Sodis berasal dari singkatan dalam bahasa inggis SOLAR WATER DEISINFECTAN. SODIS adalah cara yang murah dan metode yang efektif untuk desentralisasi pengolahan air, biasanya diterapkan di tingkat rumah tangga dan direkomendasikan oleh World Health Organization sebagai metode yang layak untuk keperluan pengolahan air rumah tangga dan penyimpanan yang aman. SODIS sudah diterapkan di banyak negara berkembang, salah satunya Indonesia

Prinsip Pengolahan SODIS

Paparan sinar Matahari telah ditunjukkan untuk menonaktifkan penyebab diare organisme dalam air minum tercemar. Tiga efek dari radiasi Matahari dipercaya untuk berkontribusi pada organisme patogen inaktivasi:

  1. UV-A mengganggu secara langsung dengan metabolisme dan merusak struktur sel bakteri.
  2. UV-A (panjang gelombang 320-400 nm) bereaksi dengan oksigen terlarut dalam air dan menghasilkan bentuk oksigen sangat reaktif (oksigen radikal bebas dan hidrogen peroksida), yang diyakini juga kerusakan patogen.
  3. radiasi Infra merah memanaskan air. Jika suhu air naik di atas 50 ° C, proses desinfeksi adalah tiga kali lebih cepat.

Pada suhu air sekitar 30 ° C , ambang batas intensitas radiasi Matahari sekurang-kurangnya 500 W/m2 (semua spektrum cahaya) diperlukan selama sekitar 5 jam untuk SODIS efisien. Dosis ini mengandung energi 555 Wh/m2 dalam kisaran UV-A dan cahaya ungu, 350 nm-450 nm, setara dengan sekitar 6 jam lintang pertengahan (Eropa) siang sinar Matahari musim panas.

Pada suhu air lebih tinggi dari 45 ° C , efek sinergis dan suhu radiasi UV lebih meningkatkan efisiensi desinfeksi.

POU_SODIS_WHO

SODIS Bottle and Sun

Pedoman untuk aplikasi pada tingkat rumah tangga

Pictograms SODIS.jpg

  1. Air dari sumber yang tercemar diisi ke dalam botol air transparan. untuk saturasi oksigen, botol diisi tiga perempat, kemudian guncang selama 20 detik (dengan tutup), kemudian diisi sampai penuh. air yang sangat keruh (kekeruhan lebih tinggi dari 30 NTU) harus disaring sebelum dipaparkan dibawah sinar Matahari.
  2. Botol yang telah terisi air kemudian dijemur dibawah sinar Matahari. Efek suhu yang lebih baik dapat dicapai jika botol ditempatkan di atap bergelombang dibandingkan dengan atap jerami.
  3. Air yang telah mendapat paparan tersebut dapat dikonsumsi. Risiko kontaminasi ulang dapat diminimalkan jika air disimpan dalam botol. Air dapat dikonsumsi secara langsung dari botol atau dituangkan ke dalam cangkir minum yang bersih. Pengisian ulang dan penyimpanan dalam wadah lain meningkatkan risiko kontaminasi.

sodis

 

Durasi Pengolahan Air yang disarankan

Kondisi Cuaca Lama waktu pengolahan minimum
Cuaca cerah 6 jam
50% berawan 6 jam
50-100% berawan 2 hari
hujan terus-menerus kinerja tidak memuaskan, gunakan air hujan

untuk mempercepat dan mempermudah pemanasan menggunakan sinar matahari, maka digunakannlah seng dan diberi alas hitam (lapisan hitam) pada botol SODIS tersebut.

1223375305_sodis_bolivien_g

Aplikasi

SODIS adalah metode yang efektif untuk mengolah air di mana bahan bakar atau kompor tidak tersedia atau mahal, contohnyadidaerah bencana. Bahkan di mana bahan bakar tersedia, SODIS lebih ekonomis dan ramah lingkungan . Penerapan SODIS terbatasi jika tidak tersedia botol yang cukup, atau jika air sangat keruh.

Secara teori, metode dapat digunakan dalam bantuan bencana atau kamp-kamp pengungsi. Namun, pengadaan botol mungkin lebih sulit daripada menyediakan desinfektan setara tablet yang mengandung klorin, bromin, atau yodium. Selain itu, dalam beberapa keadaan, mungkin sulit untuk menjamin bahwa air akan dijemur di Matahari untuk waktu yang diperlukan.

Metode lain untuk keperluan rumah tangga pengolahan air dan penyimpanan yang aman ada, misalnya klorinasi, prosedur penyaringan yang berbeda atau flokulasi / desinfeksi. Pemilihan metode yang memadai harus didasarkan pada kriteria efektivitas, co-terjadinya polusi jenis lain (kekeruhan, kimia polutan), biaya perawatan, input tenaga kerja dan kenyamanan, dan preferensi pengguna.

Peringatan

Jika botol-botol air tidak ditinggal di bawah Matahari untuk jangka waktu yang tepat, air mungkin tidak aman untuk diminum dan dapat menyebabkan penyakit. Jika sinar Matahari kurang kuat, karena cuaca mendung atau iklim yang kurang cerah, waktu pencahayaan lebih lama di bawah sinar Matahari yang diperlukan.

Isu-isu berikut juga harus dipertimbangkan:

  1. Botol bahan: Beberapa kaca atau bahan PVC dapat mencegah sinar ultraviolet mencapai air. komersial tersedia botol yang terbuat dari PET direkomendasikan. Penanganan jauh lebih nyaman dalam kasus PET botol. Polycarbonate blok semua UVA dan UVB, dan karena itu tidak boleh digunakan.
  2. Penuaan botol plastik: SODIS efisiensi tergantung pada kondisi fisik botol plastik, dengan goresan dan tanda-tanda lain memakai mengurangi efisiensi SODIS. Berat tergores atau tua, buta botol harus diganti.
  3. Bentuk wadah: intensitas radiasi UV dengan cepat berkurang dengan bertambahnya kedalaman air. Pada kedalaman air 10 cm dan moderat kekeruhan 26 NTU, radiasi UV-A dikurangi sampai 50%. PET botol minuman ringan sering mudah tersedia dan dengan demikian paling praktis untuk aplikasi SODIS.
  4. Oksigen: Sinar Matahari menghasilkan bentuk sangat reaktif oksigen (oksigen radikal bebas dan hidrogen peroksida) di dalam air. Molekul reaktif ini berkontribusi dalam proses penghancuran mikroorganisme. Dalam kondisi normal (sungai, anak sungai, sumur, kolam, tekan) mengandung air yang cukup oksigen (lebih dari 3 mg oksigen per liter) dan tidak harus yg bercampur dgn udara sebelum penerapan SODIS.
  5. Pencemaran bahan botol: Ada beberapa kekhawatiran atas pertanyaan apakah wadah minum plastik dapat melepaskan bahan kimia atau komponen beracun ke dalam air, sebuah proses yang mungkin dipercepat oleh panas. Federal Swiss untuk Material Laboratorium Pengujian dan Penelitian telah memeriksa difusi adipates dan ftalat (Deha dan DEHP) dari baru dan dipakai ulang botol PET dalam air selama eksposur Matahari. Tingkat konsentrasi yang ditemukan di dalam air setelah eksposur Matahari 17 jam dalam 60 ° C air berada jauh di bawah pedoman WHO untuk air minum dan besar yang sama konsentrasi phthalate dan adipate umumnya ditemukan dalam air keran kualitas tinggi.

Keprihatinan mengenai penggunaan umum-botol PET juga dinyatakan setelah laporan yang diterbitkan oleh para peneliti dari University of Heidelberg di antimon dibebaskan dari PET-botol untuk minuman ringan dan air mineral disimpan selama beberapa bulan di supermarket. Namun, konsentrasi antimon yang ditemukan dalam botol adalah perintah yang besarnya di bawah WHO dan panduan nasional untuk konsentrasi antimon dalam air minum (national guidelines for antimony concentrations in drinking water). Lebih jauh lagi, air SODIS tidak disimpan lebih dari waktu yang lama seperti di botol.

Dampak Kesehatan : pengurangan diare

Telah menunjukkan bahwa metode SODIS (dan metode pengolahan air rumah tangga) dapat sangat efektif menghilangkan patogen kontaminasi dari air. Namun, penyakit menular juga ditularkan melalui jalur lain, yaitu karena kurangnya sanitasi dan kebersihan. Studi tentang pengurangan diare di kalangan pengguna SODIS menunjukkan nilai-nilai pengurangan 30-80%. 

Penelitian dan pengembangan

Efektivitas SODIS pertama kali ditemukan oleh Profesor Aftim Acra di American University of Beirut pada awal tahun 1980 [3]. Substansial penelitian tindak lanjut dilakukan oleh kelompok riset Martin Wegelin di Swiss Federal Institute of Aquatic Science and Technology (Eawag) dan Dr Kevin McGuigan di Royal College of Surgeons di Irlandia. Kontrol klinis percobaan yang dipelopori oleh Profesor Ronan Conroy dari tim RCSI bekerjasama dengan Dr T Michael Elmore-Meegan.

Saat ini, sebuah proyek penelitian bersama SODIS dilaksanakan oleh lembaga-lembaga sebagai berikut:

  1. Royal College of Surgeons di Irlandia (RCSI), Irlandia (koordinasi)
  2. Universitas Ulster (UU), Kerajaan Inggris
  3. CSIR Environmentek, Afrika Selatan, Eawag, Swiss
  4. The Institute of Air dan Sanitasi Pembangunan (IWSD), Zimbabwe
  5. Platform Solar de Almería (CIEMAT-PSA), Spanyol
  6. University of Leicester (UL), Kerajaan Inggris
  7. Komisi Internasional untuk Relief Penderitaan & Kelaparan (ICROSS), Kenya
  8. University of Santiago de Compostela (USC), Spanyol
  9. Swiss Federal Institute of Aquatic Science and Technology (Eawag), Swiss

Proyek ini telah memulai suatu studi multi-negara termasuk bidang studi di Zimbabwe, Afrika Selatan dan Kenya.

Perkembangan lain termasuk aliran kontinu unit desinfeksi , dan solar desinfeksi dengan titanium dioksida kaca film lebih dari silinder yang mencegah pertumbuhan kembali bakteri dari coliforms setelah SODIS. Penelitian telah menunjukkan bahwa sejumlah tambahan biaya rendah mampu mempercepat SODIS dan yang mungkin bisa membuat SODIS aditif lebih cepat dan efektif baik dalam cuaca cerah dan berawan, perkembangan yang bisa membantu membuat teknologi lebih efektif dan diterima oleh pengguna. [16] Studi lain menunjukkan bahwa alam coagulants (bibit dari lima jenis tumbuhan alami – Vigna unguiculata, Phaseolus Mungo, Glycine max, Pisum sativam, dan Arachis hypogea – dievaluasi untuk menghilangkan kekeruhan), adalah seefektif komersial dan bahkan tawas yang superior untuk klarifikasi karena dosis optimal rendah.

SODIS (1) 09

Aplikasi di seluruh dunia

Swiss Federal Institute of Aquatic Science and Technology (Eawag), melalui Departemen Air dan Sanitasi di Negara Berkembang (Sandec), koordinat SODIS proyek promosi di 33 negara termasuk Bhutan, Bolivia, Burkina Faso, Kamboja, Kamerun, Republik Demokratik Kongo, Ekuador , El Salvador, Ethiopia, Ghana, Guatemala, Guinea, Honduras, India, Indonesia, Kenya, Laos, Malawi, Mozambik, Nepal, Nikaragua, Pakistan, Peru, Filipina, Senegal, Sierra Leone, Sri Lanka, Togo, Uganda, Uzbekistan, Vietnam, Zambia, dan Zimbabwe. Alamat kontak dan studi kasus dari proyek-proyek dikoordinasikan oleh Swiss Federal Institute of Aquatic Science and Technology (Eawag) yang tersedia di sodis.ch.

Penerapan di seluruh dunia SODIS dalam proyek-proyek dikoordinasikan oleh Eawag

SODIS proyek yang didanai oleh, antara lain, SOLAQUA Foundation (Lions Clubs, Rotary Club, Migros, dan Yayasan Air Michel Comte.

SODIS juga telah diterapkan di beberapa masyarakat di Brazil, salah satunya adalah melakukan Pupuh Verde Prainha utara Fortaleza. Di sana, para penduduk desa telah memurnikan air mereka dengan metode SODIS. Hal ini cukup berhasil, terutama karena suhu pada siang hari dapat melampaui 40 ° C dan ada jumlah terbatas teduh.

imageswaterschool-sodis boywithbottle

Thank you SODIS

refrensi : wikipedia

New Angry Birds : STAR WARS

Angry Birds Star Wars

Angry Birds Star Wars: may the sheer force of licensing be with you

Rovio merilis sebuah video teaser terbaru untuk sekuel game Angry Birds terbaru, yakni Angry Birds Star WarsTeaser Angry Birds Star Wars yang berdurasi cukup singkat tersebut menampilkan beberapa karakter yang nantinya akan muncul di game Angry Birds Star Wars.

Angry Birds masih merupakan salah satu game mobile terpopuler saat ini. Rovioingin mempertahankan hal tersebut dengan melakukan berbagai inovasi dan rilis sekuel baru seperti Angry Birds Star Wars yang mengusung tema perang bintang atau Star Wars yang populer.

Teaser Angry Birds Star Wars yang berdurasi singkat tersebut menampilkan A New Hope yang diikuti klip pendek tentang fitur-fitur yang dimiliki oleh Angry Birds Star Wars yang hadir dalam beberapa mode. Tak hanya itu, Princess Leia juga turut tampil bersama Angry Birds stormtooper.

Video teaser Angry Birds Star Wars ini juga menampilkan sosok mirip Luke Skywalker yang mengenakan topeng stormtrooper, namun karakter yang tampil ini bukan Luke Skywalker, tapi adalah Angry Birds yang memakai topeng.

Sayang sekali, video teaser Angry Birds Star Wars yang dirilis Rovio ini tidak menampilkan rincian tentang bagaimana gameplay Angry Birds Star Wars yang sebenarnya, apakah masih sama dengan seri sebelumnya yang hanya melempar burung menggunakan ketapel, atau gameplay yang berbeda.

Selain gameplay yang membuat penasaran, Angry Birds Star Wars ini juga banyak dinanti oleh penggemar Star Wars. Angry Birds Star Wars ini menghadirkan kombinasi yang luar biasa antara game kasual yang adiktif dengan tema dan sentuhan kisah Star Wars.

Seperti yang dilansir dari Slashgear (19/10/2012), teaser game Angry Birds Star Wars ini juga menampilkan karakter pada Star Wars seperti Han Solo, Luke Skywalker dan Obi-Won Kenobi. Penasaran? Simak video teaser Angry Birds Star Wars berikut ini.

Angry Birds terbaru ini akan release pada tanggal 8 November.

Jadi bersabarlah dan nantikan untuk bermain keseruannya.

Source :  http://sidomi.com/136670/angry-birds-star-wars-rovio-rilis-teaser-terbaru/

Website resmi : Angry Birds

ANIME!! FAIRY TAIL

fairy-tail-anime-movie-priestess-of-the-phoenix

Check out the latest promotional video for the upcoming Fairy Tail anime movie “Fairy Tail: The Phoenix Priestess”. The anime film was directed by Masaya Fujimori, and its screenplay was written by anime staff writer Masashi Sogo. “Fairy Tail: The Phoenix Priestess” will be released in theaters in Japan on August 18. Watch the latest TV spot below.

Source : http://allpopasia.com/2012/08/fairy-tail-the-phoenix-priestess-anime-film-latest-tv-promo/

Amaterasu | Japanese Mythology

Amaterasu is a sun goddess of the Shinto religion. It is believed that Amaterasu sent her grandson Jimmu to Earth 3,000 years ago to be the first ruler of Japan, beginning the divine family of Japanese emperors.

Amaterasu was given rule over the sky by Izangi when he handed to her his holy necklace.

Later, in a competition with her brother Susano, Amaterasu gave birth to three goddesses, who with Susano’s offspring, are collectively the ancestors of Jimmu.

During this competition, Amaterasu was unwilling to admit defeat. This caused Susano to furiously wreak havoc throughout the heavens and the Earth. Amaterasu fled into a cave, and her absence caused darkness throughout Japan.

Amaterasu’s absence caused much dismay on Earth. As the crops died off and the people suffered, the gods decided they needed to return Amaterasu to her position in the heavens. They sought the help of several dieties, and performed ritualis and sacrifieces outside of Amaterasu’s cave. They also hung a mirror from a tree outside of the cave.

Hearing all the commotion, Amaterasu came forth and asked why the gods seemed to be rejoicing. They replied that they had found a new mistress who would be the sun goddess’ replacement. Amaterasu came forth in curiosity, and peeked out of her cave. She immediately saw the mirror and was drawn to it. Having never seen her own reflection, Amaterasu thought she was looking at her majestic replacement. As she stepped forward to examine it, she was caught by one god and the cave was blocked by another. Amaterasu’s presence illuminated the fields and life returned to Japan’s land.